oleh

Ratusan Warga Lurug Pengadilan Negeri Lumajang Sidang Perdana Kasus Q-Net

Globalinvestigasinews.co.id ■ Lumajang.
(31 Oktober 2019) — Ratusan masyarakat Lumajang unjuk rasa di Pengadilan Negeri Lumajang kemarin (30/10). Mereka menuntut agar pengadilan tidak mengabulkan gugatan pra pradilan yang di layangkan oleh kuasa hukum perusahaan Q-NET. Bila Pengadilan Negeri Lumajang memenangkan pihak perusahaan Q-NET, berarti Pengadilan Negeri Lumajang telah menciderai keadilan. Rasa keadilan masyarakat harus diutamakan.

Sudah terlalu banyak korban rakyat kecil, dimana gara-gara bisnis skema piramida yang dijalankan oleh perusahaan Q-NET banyak masyarakat kecil yang terlilit hutang. Mereka ada yang menjual sapi, menjual sawah bahkan ada yang bunuh diri. Ini adalah akibat sistem cuci otak yang dilakukan oleh perusahaan Q-NET.
BACA JUGA
Partisipasi Imunisasi Diharapkan Capai Target
Warga Lurug PN Lumajang Sidang Perdana Kasus Q-Net
Damkar Satpol PP Siaga di Ranuyoso
Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM berterima kasih atas dukungan masyarakat Lumajang terhadap Tim Cobra Polres Lumajang dalam penanganan kasus qnet.

“Saya sangat berterima kasih dukungan dari masyarakat Lumajang atas support terhadap kami dalam menangani kasus Qnet yang menjalankan bisnis dengan skema piramida,”ujar Arsal putra asli makassar tepatnya dari kota kalosi di Enrekang.

“Saya berharap Pengadilan Lumajang tidak mengabulkan gugatan pra peradilan yang dilayangkan oleh kuasa hukum dari Q-NET tersebut. Perusahaan ini jelas-jelas telah membuat banyak korban berjatuhan dan bahkan ada yang melakukan bunuh diri lantaran tak kuat dililit oleh hutang. Keadilan harus tetap ditegak kan walaupun langit akan runtuh,” tegas pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut.

Imron salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan dirinya bukanlah salah satu korban Qnet. Namun rasa solidaritas atas banyaknya korban QNet di Lumajang.

“Saya bukanlah salah satu korban dari Q-NET. Namun lantaran banyak warga termasuk warga Lumajang yang menjadi korban maka sayapun ikut dalam aksi ini. Apalagi saya mendengar Tim Cobra Polres Lumajang malah dilaporkan balik setelah berhasil membongkar bisnis keji ini, sayapun semakin membulatkan tekat untuk berjuang bersama teman-teman,” ujar imron.
(Had)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed