oleh

Pencarian Kembali Korban Dilakukan, Jumat Pagi Ditemukan Kondisi Nelayan Sudah Tidak Bernyawa

Global Investigasi News | Sampit ■ Upaya pencarian nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam sempat dihentikan. Hal itu karena cuaca di pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dalam kondisi ekstrim yakni gelombang besar.

“Kamis sore, 9 Mei 2019, pencarian kami hentikan karena ombaknya besar. Ini dilakukan guna menghindari bertambahnya korban kecelakaan air,” kata Aswin, Kades Ujung Pandaran, Jumat, 10 mei 2019.

Pencarian kembali dilakukan pada Jumat pagi. Tidak berapa lama korban ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke rumah duka yang berada di Jalan Putra Nelayan, Desa Ujung Pandaran.

Hampir tiga hari belakangan ini kondisi laut sedang mengalami cuaca ekstrim. Ombak besar terus datang. Kondisi cuaca seperti ini terjadi setiap tahun, saat pergantian musim hujan menuju musim kemarau.

“Biasanya memang ada ombak besar kalau mau masuk kemarau, angin tenggara. Kami sudah sering melakukan sosialisasi kepada para nelayan agar tidak melaut ketika air pasang, sebab ombak besar selalu datang di kondisi air yang naik ini. Namun hanya sebagian warga saja yang mau mendengarkan,” sebut Aswin. (Rudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed