oleh

Kurangnya Pemahaman Tentang Pentingnya Peran Serta Masyarakat Dalam Memberantas Kasus TIPIKOR di Manokwari, Papua Barat

GLOBAL INVESTIGASI NEWS.CO.ID ■ Manokwari – Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran serta masyarakat, dalam memberantas kasus Tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat alangkah ironisnya.

Dalam menyingkapi berbagai persoalan tentang tindak pidana korupsi yang kerap kali terjadi di Kabupaten Manokwari, akhirnya, Prejon Nahuway, SH. Selaku Ketua Pemantau Keuangan Negara Kabupaten Maanokwari angkat bicara, bahwa, “Dari beberapa kasus yang sementara dilakukan Proses Hukum, oleh Penyidik Polda Papua Barat saat ini, adalah merupakan bagian dari jumlah yang sangat sedikit sekali dibandingkan dengan apa yang kami kantongi saat ini, yang mana, sebagian besar kasus korupsi yang ada pada saya dan Team Kabupaten Manokwari, merupakan data awal dari Kantor Pusat, yang diperoleh dari BPK RI dan yang menjadi Aktor Utama dari semua kasus korupsi kemudian menjadi Target Investigasi kami, saat ini adalah bervariasi tapi yang intinya adalah para Pejabat Negara dan Penyelenggara Keuangan Negara yang lain, mulai dari tingkat Desa sampai ke Provinsi,

Namun untuk daftar investigasinya, tidak akan saya beberkan dulu, mengingat saat ini, kami sementara mengembangkan proses investigasi, yang kemudian hasilnya akan kami lapaorkan ke APH ujar Prejon dengan nada tinggi.

Selanjutnya, ketika ditanyakan oleh globalinvestigasinews.co.id, Jum’at (29/03) melalui WhatsApp, Ia menjelaskan tentang kendala yang dialami oleh PKN Kabupaten Manokwari maupun Propinsi Papua Barat juga Prejon menambahkan, yang menjadi kendala bagi kami saat ini, dalam mencari, menemukan, untuk kemudian dilaporkan kasus korupsi, adalah kurangnya pelayanan pemerintahan yang bersifat keterbukaan, ini sangat didukung dengan belum tersedianya Komisi Informasi Publik Provinsi Papua Barat, sehingga sulit untuk menemukan bukti tambahan dalam Investigasi Kasus serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan kasus korupsi, yang kemudian, masyarakat menjadi sangat tak berdaya,dan sulit untuk memberikan keterangan kepada kami.

Sebagai bukti awal minimnya, Personil Anggota kami dilapangan, sehingga kedepan ini, saya berencana untuk merekrut lagi anggota baru, dan itu siapa saja boleh menjadi anggota kami, asalkan tidak bernego-nego bersama koruptor serta untuk diketahui Anggota saya di Kabupaten ini, ada 2 orang saja yang telah di berikan legalitas hukum secara organisasi, namun berdasarkan pada Peraturan per-Undang-undangan.

Sebelum mengakiri pembicaraan, Prejon, berharap Pimpinan Pemerintah Daerah baik itu Provinsi maupun Kabupaten Manokwari dan seluruh lapisan masyarakat yang ada sebenarnya harus mendukung apa yang PKN lakukan, karena apa yang dilakukan ini, semata-mata hanya untuk masyarakat di tanah ini. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *