oleh

Indah Meylan : Kami Hanya Memohon Kepada Majelis Hakim Agar Perkara Ini Diungkap Dengan Sebenarnya

Global Investigasi News.id ■ Pengadilan Negeri Liwa Lampung Barat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawati, SH. terkait kasus penganiayaan terhadap saksi korban Dian Karis menghadirkan saksi verbalisan yakni Brigpol Eko Yulianto dari Polsek Sumber Jaya Lampung Barat, Rabu (30/10/19).

Dugaan Ada kejanggalan dalam persidangan tersebut, Jaksa yang diperintahkan majelis Hakim untuk menghadirkan saksi verbalisan diduga terkesan “main mata”. Karena saksi Brigpol Eko Yulianto bukanlah yang melakukan pemeriksaan BAP lanjutan terhadap tiga orang saksi yakni Dian karis, Ardian Saputra dan Ardeni pada saat penyidikan.

Brigpol Eko Yulianto dalam keterangannya menyatakan bahwa dirinya lah yang melakukan pemeriksaan BAP lanjutan terhadap para saksi-saksi tersebut dibantah oleh ketiga saksi dihadapan majelis Hakim yang dipimpin Muhamad Iman sebagai Hakim ketua. “Mohon ijin yang mulia, saksi Eko bukan yang melakukan BAP lanjutan terhadap kami sambil memberikan foto dan menunjukan kepada jaksa dan hakim ketua Karena yang melakukan BAP lanjutan terhadap kami adalah Supra Yogi,” kata Dian Karis saat di konfrontir dalam sidang yang terbuka untuk umum.

Majelis Hakim yang dipimpin Muhamad Iman menanggapi dan langsung memerintahkan Jaksa agar dapat menghadirkan saksi verbalisan yang sesungguhnya. “Tolong Jaksa hadirkan saksi verbalisan atas nama Supra Yogi yang melakukan BAP lanjutan terhadap ketiga saksi ini pada persidangan berikutnya,” tutur majelis Hakim.

di luar setelah sidang ketiga saksi yang didampingi oleh tim Kuasa Hukumnya, Indah Meylan, SH mengatakan sangat kecewa dengan Jaksa yang terkesan “main mata” dalam perkara tersebut. “Dari awal kami mendampingi perkara ini menilai jaksa terkesan tebang pilih. Seharusnya jaksa mewakili hak korban dalam perkara ini. Namun kenyataaan jaksa justru membela terdakwa,” tutur Indah saat diwawancarai oleh awak media TV dan media cetak.

Sebab itulah, kami hanya memohon kepada majelis Hakim yang mengadili kasus ini diharapkan mampu bersikap objektif meski Jaksa terkesan memihak kepada kepentingan terdakwa. “Kami hanya memohon kepada majelis Hakim agar perkara ini diungkap dengan sebenar-benarnya,” kata Indah Meylan.

Indah menambahkan, untuk sidang selanjutnya jaksa akan menghadirkan verbalisan dari penyidik, karena yang dihadiri tadi bukan penyidik yang aslinya, BAP lanjutan itu saudra Supra Yogi bukan penyidik Eko. “Makanya keterangan yang diberikan olehnya itu suatu kebohongan,” kata Indah saat mendampingi ketiga saksi-saksi usai menjelankan persidangan.

Didalam persidangan juga telah dijelaskan oleh saksi Ardian Saputra bahwa dirinya melihat salah satu pelaku sedang memegang golok bersarung. Kemudian saksi Ardeni juga mengatakan bahwa dia juga melihat dari ke empat pelaku memukul saksi korban Dian Karis secara membabi buta. Dari keterangan para korban tersebut Indah sebagai Penasehat Hukum menjelaskan, bahwa disini sudah jelas ada suatu kebohongan dan kejanggalan yang dibuat oleh oknum baik itu dari tingkat peyidikan maupun dari JPU nya.

“Karena disini sudah jelas dari awal ini pengeroyokan kenapa di buat 351,” kata Indah. Dia menambahkan, untuk sidang selanjutnya akan menghadirkan verbalisan dari penyidik, karena yang dihadiri tadi bukan penyidik yang aslinya, BAP lanjutan itu saudra Supra Yogi bukan penyidik Eko, makanya keterangan yang diberikan olehnya itu suatu kebohongan.

“Selanjutnya, kami akan melihat tindak lanjut seperti apa perkembangannya setelah itu kami akan adakan upaya hukum sampai ke kejaksaan agung untuk melaporkan Jaksa Penuntut Umum bahkan penyidik ke Polda Lampung,” katanya

kejadian tersebut bermula, pada Selasa tanggal 02 Agustus 2019 sekira jam 13.00 wib di Pekon Tugu Mulya Kec. Kebun Tebu, Kab. Lampung Barat telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang di lakukan oleh laki-laki yang bernama Beniyansa Putra kepada korban atas nama Dian Karis dengan cara memukul korban dengan menggunakan Golok bersarung 3 kali, yang pertama dihidung menggunakan tangan, yang kedua menggunakan Golok bersarung dikepala bagian belakang, yang ketiga kepala bagian belakang akibatnya kepala Dian Karis luka berdarah dan di jahit. Oleh karena kejadian tersebut korban dan ayahnya melaporkan kejadian kepolsek Sumber Jaya. ( Bas )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed